Jumat, 19 Desember 2014

laporan praktikum iktiologi ikan

BAB I
PENDAHULUAN


Latar belakang

Iktiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang ikan dan semua aspek kehidupannya. Topik kajian iktiologi meliputi taksonomi, anatomi, habitat dan perilaku ikan. Ikan adalah organisme vertebrata yang bersifat poikilotermis, memiliki insang dan hidupnya tergantung pada medium air. Ikanjugamerupakan vertebrata tertua yang berhasilditemukanmanusiadalambentukfosilberumursekitar 500 jutatahun yang lalu.Orang-orang yang mempelajari ilmu ini  adalah para ahli ikan profesional maupun yang bukan.   Keuntungan mempelajari iktiologi sangat banyak terutama bagi warga negara Indonesia yang sebagian besar wilayah negaranya berupa perairan dan memiliki kekayaan jenis ikan yang sangat tinggi.  Diperkirakan 8500 jenis ikan hidup di perairan Indonesia. Jumlah tersebut merupakan 45% dari jumlah jenis global di dunia.                                                 Sebagai binatang yang menempati keragaman terbesar, ilmu tentang ikan selalu berkembang dan pihak-pihak yang mempelajarinya juga semakin meluas.  Mengingat ikan meliputi beragam kelompok yang jumlahnya tak terhingga dan telah dipelajari sejak berabad-abad yang lalu dalam berbagai sub disiplin ilmu (anatomi, fisiologi, ekologi, sistematika, dll), maka rasa ingin tahu mahasiswa merupakan modal besar untuk mendalami ikan dan menumbuhkan kecintaan untuk menjadikannya obyek keilmuan yang menyenangkan.









Tujuan
Tujuan dari praktikum kali ini adalah mahasiswa diharapkan dapat :
1.      Mempelajari anatomi ikan secara detail dengan berbagai variasinya
2.      Memahami organ dan sistem organ yang menyusun tubuh ikan
3.      Mengobservasi seluruh organ dan sistem organ ikan
4.      Menganalisis perbedaan – perbedaan yang ditemukan antara jenis ikan yang satu dengan jenis ikan yang lainnya.

Manfaat
Manfaat langsung yang diperoleh mahasiswa adalah :
1.      Mantapnya pengetahuan mahasiswa tentangb anatomi dan iktiologi
2.      Mahasiswa mampu menemukan awaban tentang hal – hal yang berkaitan dengan anatomi ikan
Manfaat tidak langsung adalah :
1.      Tertanamnya rasa ingin tahu tentang komoditas ikan
2.      Tertanamnya semangat kerja sama diantara anggota kelompok kerja
3.      Terasahnya kemampuan analisis mahasiswa











BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Biologi Ikan

Morfologi ikan tongkol
Bentuk tubuh ikan tongkol seperti betuto, dengan kulit yang licin . Sirip dada melengkung, ujungnya lurus dan pangkalnya sangat kecil. Ikan tongkol merupakan perenang yang tercepat diantara ikan-ikan laut yang berangka tulang. Sirip-sirip punggung, dubur, perut, dan dada pada pangkalnya mempunyai lekukan pada tubuh, sehingga sirip-sirip ini dapat dilipat masuk kedalam lekukan tersebut, sehingga dapat memperkecil daya gesekan dari air pada waktu ikan tersebut berenang cepat. Dan dibelakang sirip punggung dan sirip dubur terdapat sirip-sirip tambahan yang kecil-kecil yang disebut finlet.Ikan tongkol dapat mencapai ukuran panjang 60– 65 cm dengan berat 1.720 gr pada umur 5 tahun. Panjang pertama kali matang gonad ialah 29– 30 cm.
Ikan tongkol memiliki 10– 12 jari-jari sirip punggung, 10– 13 jari-jari halus sirip punggung, 10– 14 jari-jari halus sirip dubur, dengan warna punggung kebiru-biruan, ungu tua bahkan berwarna hitam pada bagian kepala. Sebuah pola 15 garis-garis halus, miring hampir horisontal, garis bergelombang gelap di daerah scaleless diatas gurat sisi (linea lateralis). Bagian bawah agak putih (cerah). Dada dan sirip perut ungu, sisi bagian dalam mereka hitam. Badan kuat, memanjang dan bulat. Gigi kecil dan berbentuk kerucut, dalam rangkaian tunggal. Sirip dada pendek, tapi mencapai garis vertikal melewati batas anterior dari daerah scaleless atas corselet. Sebuah flap tunggal besar (proses interpelvic) antara sirip perut.
Tubuh telanjang kecuali untuk corselet, yang dikembangkan dengan baik dan sempit di bagian posterior (tidak lebih dari 5 skala yang luas di bawah asal-sirip punggung kedua). Sebuah keel pusat yang kuat pada setiap sisi dasar sirip ekor-kecil antara 2 keel.
Klasifikasi Ikan Tongkol
Kingdom          : Animalia
Phylum                        : Chordata
Sub Phylum     : Vertebrata
Class                : Pisces
Sub Class         : Teleostei
Ordo                : Percomorphi
Family             : Scombridae
Genus              : Euthynnus
Species                        : Euthynnus affinis

Penyebaran Ikan Tongkol
Ikan tongkol merupakan penghuni hampir seluruh perairan asia. Di indonesia, ikan ini banyak membentuk gerombolan-gerombolan besar atau migratory yang tersebar disekitar perairan samudera atlantik, hindia dan pasifik, terutama di perairan indonesia timur dan samudra Indonesia. Ikan Tongkol adalah jenis ikan pelagis yang merupakan salah satu komoditas utama ekspor Indonesia yang hidup pada kedalaman hingga 50 m di daerah tropis dengan kisaran suhu 27– 28oC. Ikan Tongkol adalah jenis ikan pelagis yang merupakan salah satu komoditas utama ekspor Indonesia yang hidup pada kedalaman hingga 50 m di daerah tropis dengan kisaran suhu 27– 28oC.

Kandungan Gizi Ikan Tongkol
Ikan laut memiliki berbagai kandungan gizi yang sangat komplit yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Salah satu kandungan gizi yang sangat penting pada ikan laut adalah omega 3 (EPA dan DHA). Selain itu Masih banyak kandungan gizi ikan laut lainnya yang sangat berguna bagi tubuh, seperti protein, mineral, vitamin,dll.
Ikan tongkol segar adalah ikan berkomposisi protein rendah dan lemak rendah. Protein ikan menyediakan lebih kurang 2/3 dari kebutuhan protein hewani yang diperlukan manusia. Kandungan protein ikan relatif besar yaitu antara 15-25% tiap 100 gr daging ikan. Selain itu protein ikan terdiri dari asam-asam amino yang hampir semuanya diperlukan oleh manusia. Protein ikan banyak mengandung asam amino esensial dan kandungan asam amino ini sangat bervariasi tergantung pada jenis ikan. Secara umum kandungan asam amino dalam daging ikan kaya akan lisin tetapi kurang akan kandungan triptofan. Protein ikan dapat diklasifikasikan menjadi protein miofibril, sarkoplasma dan stroma. Komposisi setiga jenis protein pada daging ikan terdiri dari 65-75% miofibril, 20-30% sarkoplasma, dan 1-3% stroma.

Reproduksi
Ikan melakukan reproduksi secara eksternal. Ikan jantan dan betina akan saling mendekat satu sama lain kemudian si betina akan mengeluarkan telur. Selanjutnya si jantan akan segera mengeluarkan spermanya, lalu sperma dan telur ini bercampur di dalam air. Cara reproduksi ini dikenal sebagai oviparus, yaitu telur dibuahi dan berkembang di luar tubuh ikan. Ikan terkenal sebagai makhluk yang mempunyai potensi fekunditas yang tinggi dimana kebanyakan jenis ikan yang merupakan penghasil telur beribu-ribu bahkan berjuta-juta tiap tahun.

Aspek ekonomi ikan tongkol
            Ikan tongkol merupakan salah satu komoditas utama ekspor Indonesia.Di Banda Aceh beberapa komoditas yang memberikan andil tinggi terhadap terjadinya inflasi pada Januari 2012 adalah ikan tongkol. Penjualan ikan tongkol di Aceh sangat melonjak dan harganya pun cukup mahal.








Morfologi ikan lele
            Ikan Lele (Clarias) adalah marga (genus) ikan yang hidup di air tawar. Ikan ini mempunyai ciri-ciri khas dengan tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang serta mimiliki sejenis kumis yang panjang, mencuat dari sekitar bagian mulutnya. Ikan ini sebenarnya terdiri atas berbagai jenis (spesies). Sedikitnya terdapat 55 spesies (jenis) ikan lele di seluruh dunia.
Ikan-ikan marga Clarias ini dikenali dari tubuhnya yang licin memanjang tak bersisik, dengan sirip punggung dan siripanus yang juga panjang, yang terkadang menyatu dengan sirip ekor, menjadikannya nampak seperti sidat yang pendek. Kepalanya keras menulang di bagian atas, dengan mata yang kecil dan mulut lebar yang terletak di ujung moncong, dilengkapi dengan empat pasang sungut peraba (barbels) yang amat berguna untuk bergerak di air yang gelap. Lele juga memiliki alat pernafasan tambahan berupa modifikasi dari busur insangnya. Terdapat sepasang patil, yakni duri tulang yang tajam, pada sirip-sirip dadanya.
Kebiasaan hidup ikan lele
            Lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin, kecuali lele laut yang tergolong ke dalam marga dan suku yang berbeda (Ariidae). Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air. Bahkan ikan lele bisa hidup pada air yang tercemar, misalkan di got-got dan selokan pembuangan. Lele bersifat nokturnal, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam, ikan lele memijah pada musim penghujan.

Klasifikasi ikan lele
Kingdom          : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Actinopterygii
Ordo                : Silurifornes
Famili              : Clariidae
Genus              : Clarias

Aspek ekonomi ikan lele
Lele adalah ikan budidaya air tawar yang sangat populer. Produksi budidaya meningkat tajam tiap tahun, selama lima tahun terakhir, antara lain karena luasnya pasar bagi lele. Lele disukai konsumen karena berdaging lunak, sedikit tulang, tidak berduri, dan murah. Dari sisi budidaya, lele relatif tidak memerlukan banyak perawatan dan memiliki masa tunggu panen yang singkat.
Produksi lele budidaya di Indonesia :
Tahun
Jumlah produksi dalam ton
2004
51.271
2005
69.386
2006
77.272
2007
91.735
2008
108.200









BAB III
METODE PRAKTIKUM

Tempat  dan waktu pelaksanaan
Praktikum telah dilaksanakan di Laboratorium dasar UMG pada :
hari      : selasa sampai jumat
tanggal             : 10 - 14 Januari 2012
 pukul  : 16.00 – selesai.
Peralatan yang dibutuhkan yaitu :
-          Alat tulis lengkap
-          Mistar
-          Sarung tangan karet
-          Pisan tajam
-          Section set
-          Mikroskop
-          Sedotan plastik
-          Lup
-          Jarum pentul
-          Timbangan digital
Bahan yang dibutuhkan yaitu :
-          Ikan bandeng ( chanos –shanos )
-          Ikan tongkol ( euthynnus spp )
-          Ikan lele ( clarias gariepinus )
-          Ikan gurame ( osphronemus gouramy )
-          Ikan mas ( cyprinus carpio )
-          Ikan layur



Prosedur praktikum
1.      Melakukan identifikasi anatomi eksternal dan morfologi pada ikan yang menjadi obyek pengamatannya secara mendetail selanjutya digambar di kertas kerja secara sempurna.
Identifikasi meliputi :
-          Bentuk tubuh ikan
-          Bentuk dan posisi seluruh sayap renang
-          Mulut
-          Gigi
-          Ekor
-          Insang menggunakan mikroskop perbesaran lemah
-          Papila genitalia
-          Penampang operculum
-          Tipe sisik

2.      Berdasarkan penjelasan di tinjauan pustaka, melakukan pengukuran morfometrik dengan prosedur berikut :
-          Membersihkan lendir atau air yang melekat pada ikan,menggunakan serbet atau tissue
-          Meletakkan ikan diatas styrofoam dengan posisi bagian kiri tubuh ikan di bagian atas ( kepala di kiri dan ekor di kanan pengamat )
-          Menentukan landmark pada titik yang telah dijelaskan menggunakan jarum pentul untuk mempermudah pengukuran









BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

Ikan lele
1.       Identifikasi anatomi eksternal dan morfologi
Anatomi eksternal ikan lele dumbo (Clarias gariepinus)
 







Aspek identifikasi morfologi
Deskripsi / type / jenis
keterangan
Bentuk tubuh
Leptocephali

Gigi


Barbell
6cm (8 buah)

Operculum


Mulut


Ekor
Membulat

Insang


Papila genitalia


Sisik


2.       Identifikasi morfometrik dan meristik
Aspek identifikasi morfometrik
Hasil pengukuran
% terhadap PS
Panjang standard (PS)
25 cm
25 / 25 x 100% = 100
Panjang kepala
9 cm
9 / 25 x 100% = 36
Diameter bola mata
2 mm
0,2 / 25 x 100% = 0,8
Panjang Moncong
2,5 cm
2,5 / 25 x 100% = 10
Panjang post orbita
4 cm
4 / 25 x 100% =  16
Tinggi kepala
2,5 cm
2,5 / 25 x 100% = 10
Tinggi badan
4 cm
4  / 25 x 100% = 16
Panjang batang ekor
1,5 cm
1,5  / 25 x 100% = 6
Panjang punggung depan
9 cm
9  / 25 x 100% = 36
Aspek meristik
Hasil perhitungan
Jumlah gill raker
57
Jumlah jari – jari sirip ekor
23
Jumlah jari – jari sirip dada
6



3. Identifikasi anatomi internal
Anatomi internal ikan lele dumbo
                                                                                                                                                               
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               
No
Nama Organ
Deskripsi / type / jenis
Keterangan
1
Gigi di rahang dan
Langit – langit mulut





2
Esophagus :
-          Panjang





3
Lambung






4
Pyloric caeca






5
Intestine (usus halus)
Dan gas bladder

Diameter :
Panjang :

Gas bladder :





6
Ginjal






7
Jantung








8




Hati dan empedu






9
Organ reproduksi






10
Otot ikan










11
Organ sensor (mata)










12
Rangka











13
Tengkorak











14
Otak









Ikan tongkol

Identifikasi anatomi eksternal dan morfologi ikan tongkol (squalus sp)
Anatomi eksternal ikan tongkol (squalus sp)
 







Keterangan : Berat awal 1,4 kg
   Aspek identifikasi morfologi
Deskripsi / type / jenis
keterangan
Bentuk tubuh
Fusiform

Gigi
Viliform

Barbell


Operculum


Mulut
Superior

Ekor
Bercagak

Insang


Papila genitalia


Sisik
Placoid

2.       Identifikasi morfometrik dan meristik
Aspek identifikasi morfometrik
Hasil pengukuran
% terhadap PT
Panjang total
45 cm
45 / 45 x 100 % = 99,9
Panjang standard
43 cm
43 / 45 x 100 % = 95,5
Tinggi badan
13 cm
13  / 45 x 100 % = 28,8
Tinggi batang ekor
2,5 cm
2,5  / 45 x 100 % =5,5
Panjang kepala
11,5 cm
11,5  / 45 x 100 % = 25,5
Panjang sirip dorsal
5 cm
5 / 45 x 100 % = 11,1
Tinggi kepala
12 cm
12 / 45 x 100 % = 26,6
Panjang sirip prevental
12,5 cm
12,5  / 45 x 100 % = 27,7
Jarak antara sirip dorsal dan anal
9 cm
9 / 45 x 100 % = 19,9
Panjang sirip dorsal
5,5 cm
5,5  / 45 x 100 % = 12,2
Jarak antara depan sirip ventral hingga akhir sirip anal
17 cm
17 / 45 x 100 % = 37,7
Jarak antara jejari I sirip dorsal hingga akhir sirip anal
17 cm
17  / 45 x 100 % = 37,7
Jarak antara depan sirip dorsal hingga bag depan sirip ventral
31 cm
31 / 45 x 100 % = 68,8
Diameter mata
2 cm
2 / 45 x 100 % = 4,4
Panjang moncong
4,5 cm
4,5 / 45 x 100 % = 9,9
Aspek meristik
Hasil perhitungan
Jumlah gill raker pada gill arch pertama sisi kiri tubuh
17
Jenis dan perumusan jari – jari sirip punggung
VIII.10
Perumusan jari – jari sirip dada
27
Perumusan jari – jari sirip perut
X
Perumusan jari – jari sirip dubur
X
Perumusan jari – jari sirip ekor
XIII
Sisik pipi
-
Jumlah sisik di sekeliling badan
30/ 1cm (Vertikal)
Jumlah sisik batang ekor
25
Jumlah sisik pada gurat sisi
13/ 1cm x 30 = 390







3.       Identifikasi anatomi internal
Anatomi internal ikan tongkol
(sebagian tidak teridentifikasi)
(
((((ss






No
Nama Organ
Deskripsi / type / jenis
Keterangan
1
Gigi di rahang dan
Langit – langit mulut





2
Esophagus :
-          Panjang





3
Lambung






4
Pyloric caeca






5
Intestine (usus halus)
Dan gas bladder

Diameter :
Panjang :

Gas bladder :





6
Ginjal






7
Jantung






8
Hati dan empedu






9
Organ reproduksi






10
Otot ikan










11
Organ sensor (mata)












12
Rangka











13
Tengkorak











14
Otak









Pembahasan

Ikan tongkol merupakan penghuni hampir seluruh perairan asia. Di indonesia, ikan ini banyak membentuk gerombolan-gerombolan besar atau migratory yang tersebar disekitar perairan samudera atlantik, hindia dan pasifik, terutama di perairan indonesia timur dan samudra Indonesia.ikan tongkol memiliki banyak kandungan gizi yaitu omega 3. Asam amino. Protein dan zat lainya.Bayak manfaat dari pada ikan tongkol salah satunya yaitu untuk merangsang kecerdasan otak.             Banyak jenis lele yang merupakan ikan konsumsi yang disukai orang. Sebagian jenis lele telah dibiakkan orang, namun kebanyakan spesiesnya ditangkap dari populasi liar di alam.Lele dumbo yang populer sebagai ikan ternak, sebetulnya adalah jenis asing yang didatangkan dari Afrika.          Lele dikembangbiakkan di Indonesia untuk konsumsi dan juga untuk menjaga kualitas air yang tercemar. Seringkali lele ditaruh di tempat-tempat yang tercemar karena bisa menghilangkan kotoran-kotoran.














BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
                Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Ikan adalah sumber makanan yang penting.Ikan dapat ditemukan di hampir semua "genangan" air yang berukuran besar baik air tawar, air payau maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan air hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan air.

Saran
                Saran saya adalah pada praktikum yang akan datang praktikum tidak dilakukan saat libur masa tenang dikarenakan mahasiswa juga membutuhkan waktu untuk istirahat. Demikian saran yang dapat saya berikan. Mohon maaf dan terima kasih. Semoga praktikum yang akan datang lebih baik dari praktikum kali ini.








DAFTAR PUSTAKA

Farikhah. 2011. Panduan Praktikum Iktiologi , Junianto. 2003, Genisa. A. S, 1998.