BAB
I
PENDAHULUAN
Latar
belakang
Iktiologi
merupakan ilmu yang mempelajari tentang ikan dan semua aspek kehidupannya.
Topik kajian iktiologi meliputi taksonomi, anatomi, habitat dan perilaku ikan.
Ikan adalah organisme vertebrata yang bersifat poikilotermis, memiliki insang
dan hidupnya tergantung pada medium air. Ikanjugamerupakan
vertebrata tertua yang berhasilditemukanmanusiadalambentukfosilberumursekitar
500 jutatahun yang lalu.Orang-orang yang
mempelajari ilmu ini adalah para ahli
ikan profesional maupun yang bukan.
Keuntungan mempelajari iktiologi sangat banyak terutama bagi warga
negara Indonesia yang sebagian besar wilayah negaranya berupa perairan dan
memiliki kekayaan jenis ikan yang sangat tinggi. Diperkirakan 8500 jenis ikan hidup di perairan
Indonesia. Jumlah tersebut merupakan
45% dari jumlah jenis global di dunia. Sebagai binatang yang menempati keragaman
terbesar, ilmu tentang ikan selalu berkembang dan pihak-pihak yang
mempelajarinya juga semakin meluas.
Mengingat ikan meliputi beragam kelompok yang jumlahnya tak terhingga
dan telah dipelajari sejak berabad-abad yang lalu dalam berbagai sub disiplin
ilmu (anatomi, fisiologi, ekologi, sistematika, dll), maka rasa ingin tahu mahasiswa
merupakan modal besar untuk mendalami ikan dan menumbuhkan kecintaan untuk
menjadikannya obyek keilmuan yang menyenangkan.
Tujuan
Tujuan
dari praktikum kali ini adalah mahasiswa diharapkan dapat :
1.
Mempelajari
anatomi ikan secara detail dengan berbagai variasinya
2.
Memahami
organ dan sistem organ yang menyusun tubuh ikan
3.
Mengobservasi
seluruh organ dan sistem organ ikan
4.
Menganalisis
perbedaan – perbedaan yang ditemukan antara jenis ikan yang satu dengan jenis
ikan yang lainnya.
Manfaat
Manfaat
langsung yang diperoleh mahasiswa adalah :
1.
Mantapnya
pengetahuan mahasiswa tentangb anatomi dan iktiologi
2.
Mahasiswa
mampu menemukan awaban tentang hal – hal yang berkaitan dengan anatomi ikan
Manfaat
tidak langsung adalah :
1.
Tertanamnya
rasa ingin tahu tentang komoditas ikan
2.
Tertanamnya
semangat kerja sama diantara anggota kelompok kerja
3.
Terasahnya
kemampuan analisis mahasiswa
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Biologi Ikan
Morfologi
ikan tongkol
Bentuk
tubuh ikan tongkol seperti betuto, dengan kulit yang licin . Sirip dada
melengkung, ujungnya lurus dan pangkalnya sangat kecil. Ikan tongkol merupakan
perenang yang tercepat diantara ikan-ikan laut yang berangka tulang.
Sirip-sirip punggung, dubur, perut, dan dada pada pangkalnya mempunyai lekukan
pada tubuh, sehingga sirip-sirip ini dapat dilipat masuk kedalam lekukan
tersebut, sehingga dapat memperkecil daya gesekan dari air pada waktu ikan
tersebut berenang cepat. Dan dibelakang sirip punggung dan sirip dubur terdapat
sirip-sirip tambahan yang kecil-kecil yang disebut finlet.Ikan tongkol dapat
mencapai ukuran panjang 60– 65 cm dengan berat 1.720 gr pada umur 5 tahun.
Panjang pertama kali matang gonad ialah 29– 30 cm.
Ikan tongkol memiliki 10– 12 jari-jari sirip punggung, 10– 13 jari-jari halus sirip punggung, 10– 14 jari-jari halus sirip dubur, dengan warna punggung kebiru-biruan, ungu tua bahkan berwarna hitam pada bagian kepala. Sebuah pola 15 garis-garis halus, miring hampir horisontal, garis bergelombang gelap di daerah scaleless diatas gurat sisi (linea lateralis). Bagian bawah agak putih (cerah). Dada dan sirip perut ungu, sisi bagian dalam mereka hitam. Badan kuat, memanjang dan bulat. Gigi kecil dan berbentuk kerucut, dalam rangkaian tunggal. Sirip dada pendek, tapi mencapai garis vertikal melewati batas anterior dari daerah scaleless atas corselet. Sebuah flap tunggal besar (proses interpelvic) antara sirip perut.
Ikan tongkol memiliki 10– 12 jari-jari sirip punggung, 10– 13 jari-jari halus sirip punggung, 10– 14 jari-jari halus sirip dubur, dengan warna punggung kebiru-biruan, ungu tua bahkan berwarna hitam pada bagian kepala. Sebuah pola 15 garis-garis halus, miring hampir horisontal, garis bergelombang gelap di daerah scaleless diatas gurat sisi (linea lateralis). Bagian bawah agak putih (cerah). Dada dan sirip perut ungu, sisi bagian dalam mereka hitam. Badan kuat, memanjang dan bulat. Gigi kecil dan berbentuk kerucut, dalam rangkaian tunggal. Sirip dada pendek, tapi mencapai garis vertikal melewati batas anterior dari daerah scaleless atas corselet. Sebuah flap tunggal besar (proses interpelvic) antara sirip perut.
Tubuh
telanjang kecuali untuk corselet, yang dikembangkan dengan baik dan sempit di
bagian posterior (tidak lebih dari 5 skala yang luas di bawah asal-sirip
punggung kedua). Sebuah keel pusat yang kuat pada setiap sisi dasar sirip
ekor-kecil antara 2 keel.
Klasifikasi
Ikan Tongkol
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Sub Phylum : Vertebrata
Class : Pisces
Sub Class : Teleostei
Ordo : Percomorphi
Family : Scombridae
Genus : Euthynnus
Species : Euthynnus affinis
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Sub Phylum : Vertebrata
Class : Pisces
Sub Class : Teleostei
Ordo : Percomorphi
Family : Scombridae
Genus : Euthynnus
Species : Euthynnus affinis
Penyebaran
Ikan Tongkol
Ikan
tongkol merupakan penghuni hampir seluruh perairan asia. Di indonesia, ikan ini
banyak membentuk gerombolan-gerombolan besar atau migratory yang tersebar
disekitar perairan samudera atlantik, hindia dan pasifik, terutama di perairan
indonesia timur dan samudra Indonesia. Ikan Tongkol adalah jenis ikan pelagis
yang merupakan salah satu komoditas utama ekspor Indonesia yang hidup pada
kedalaman hingga 50 m di daerah tropis dengan kisaran suhu 27– 28oC. Ikan
Tongkol adalah jenis ikan pelagis yang merupakan salah satu komoditas utama
ekspor Indonesia yang hidup pada kedalaman hingga 50 m di daerah tropis dengan
kisaran suhu 27– 28oC.
Kandungan Gizi Ikan Tongkol
Ikan laut memiliki berbagai kandungan gizi yang sangat komplit yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Salah satu kandungan gizi yang sangat penting pada ikan laut adalah omega 3 (EPA dan DHA). Selain itu Masih banyak kandungan gizi ikan laut lainnya yang sangat berguna bagi tubuh, seperti protein, mineral, vitamin,dll.
Ikan tongkol segar adalah ikan berkomposisi protein rendah dan lemak rendah. Protein ikan menyediakan lebih kurang 2/3 dari kebutuhan protein hewani yang diperlukan manusia. Kandungan protein ikan relatif besar yaitu antara 15-25% tiap 100 gr daging ikan. Selain itu protein ikan terdiri dari asam-asam amino yang hampir semuanya diperlukan oleh manusia. Protein ikan banyak mengandung asam amino esensial dan kandungan asam amino ini sangat bervariasi tergantung pada jenis ikan. Secara umum kandungan asam amino dalam daging ikan kaya akan lisin tetapi kurang akan kandungan triptofan. Protein ikan dapat diklasifikasikan menjadi protein miofibril, sarkoplasma dan stroma. Komposisi setiga jenis protein pada daging ikan terdiri dari 65-75% miofibril, 20-30% sarkoplasma, dan 1-3% stroma.
Reproduksi
Ikan
melakukan reproduksi secara eksternal. Ikan jantan dan betina akan saling mendekat
satu sama lain kemudian si betina akan mengeluarkan telur. Selanjutnya si
jantan akan segera mengeluarkan spermanya, lalu sperma dan telur ini bercampur
di dalam air. Cara reproduksi ini dikenal sebagai oviparus, yaitu telur dibuahi
dan berkembang di luar tubuh ikan. Ikan terkenal sebagai makhluk yang mempunyai
potensi fekunditas yang tinggi dimana kebanyakan jenis ikan yang merupakan
penghasil telur beribu-ribu bahkan berjuta-juta tiap tahun.
Aspek
ekonomi ikan tongkol
Ikan tongkol merupakan salah satu
komoditas utama ekspor Indonesia.Di Banda
Aceh beberapa
komoditas yang memberikan andil tinggi terhadap terjadinya inflasi pada Januari
2012 adalah ikan tongkol. Penjualan ikan tongkol di Aceh sangat melonjak dan
harganya pun cukup mahal.
Morfologi ikan lele
Ikan Lele (Clarias) adalah marga (genus) ikan
yang hidup di air tawar. Ikan ini mempunyai ciri-ciri khas dengan tubuhnya yang
licin, agak pipih memanjang serta mimiliki sejenis kumis yang panjang, mencuat
dari sekitar bagian mulutnya. Ikan ini sebenarnya terdiri atas berbagai jenis
(spesies). Sedikitnya terdapat 55 spesies (jenis) ikan lele di seluruh dunia.
Ikan-ikan marga Clarias ini dikenali
dari tubuhnya yang licin memanjang tak bersisik, dengan sirip punggung dan
siripanus yang juga panjang, yang terkadang menyatu dengan sirip ekor,
menjadikannya nampak seperti sidat yang pendek. Kepalanya keras
menulang di bagian atas, dengan mata yang kecil dan mulut lebar yang
terletak di ujung moncong, dilengkapi dengan empat pasang sungut peraba (barbels)
yang amat berguna untuk bergerak di air yang gelap. Lele juga memiliki alat
pernafasan tambahan berupa modifikasi dari busur insangnya. Terdapat
sepasang patil, yakni duri tulang yang tajam, pada sirip-sirip dadanya.
Kebiasaan hidup ikan lele
Lele tidak
pernah ditemukan di air payau atau air asin, kecuali lele laut yang tergolong ke dalam marga dan suku yang berbeda
(Ariidae). Habitatnya di sungai
dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air.
Bahkan ikan lele bisa hidup pada air yang tercemar, misalkan di got-got dan
selokan pembuangan.
Lele bersifat nokturnal, yaitu
aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, lele berdiam diri dan berlindung di
tempat-tempat gelap. Di alam, ikan lele memijah pada musim penghujan.
Klasifikasi
ikan lele
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo :
Silurifornes
Famili : Clariidae
Genus : Clarias
Aspek ekonomi ikan lele
Lele adalah ikan budidaya air tawar yang sangat
populer. Produksi budidaya meningkat tajam tiap tahun, selama lima tahun
terakhir, antara lain karena luasnya pasar bagi lele. Lele disukai konsumen
karena berdaging lunak, sedikit tulang, tidak berduri, dan murah. Dari sisi
budidaya, lele relatif tidak memerlukan banyak perawatan dan memiliki masa
tunggu panen yang singkat.
Produksi lele budidaya di Indonesia
:
|
Tahun
|
Jumlah
produksi dalam ton
|
|
2004
|
51.271
|
|
2005
|
69.386
|
|
2006
|
77.272
|
|
2007
|
91.735
|
|
2008
|
108.200
|
BAB III
METODE PRAKTIKUM
Tempat dan waktu pelaksanaan
Praktikum
telah dilaksanakan di Laboratorium dasar UMG pada :
hari : selasa sampai jumat
tanggal : 10 - 14 Januari 2012
pukul :
16.00 – selesai.
Peralatan yang dibutuhkan yaitu :
-
Alat
tulis lengkap
-
Mistar
-
Sarung
tangan karet
-
Pisan
tajam
-
Section
set
-
Mikroskop
-
Sedotan
plastik
-
Lup
-
Jarum
pentul
-
Timbangan
digital
Bahan yang dibutuhkan yaitu :
-
Ikan
bandeng ( chanos –shanos )
-
Ikan
tongkol ( euthynnus spp )
-
Ikan
lele ( clarias gariepinus )
-
Ikan
gurame ( osphronemus gouramy )
-
Ikan
mas ( cyprinus carpio )
-
Ikan
layur
Prosedur praktikum
1.
Melakukan
identifikasi anatomi eksternal dan morfologi pada ikan yang menjadi obyek
pengamatannya secara mendetail selanjutya digambar di kertas kerja secara
sempurna.
Identifikasi meliputi :
-
Bentuk
tubuh ikan
-
Bentuk
dan posisi seluruh sayap renang
-
Mulut
-
Gigi
-
Ekor
-
Insang
menggunakan mikroskop perbesaran lemah
-
Papila
genitalia
-
Penampang
operculum
-
Tipe
sisik
2.
Berdasarkan
penjelasan di tinjauan pustaka, melakukan pengukuran morfometrik dengan
prosedur berikut :
-
Membersihkan
lendir atau air yang melekat pada ikan,menggunakan serbet atau tissue
-
Meletakkan
ikan diatas styrofoam dengan posisi bagian kiri tubuh ikan di bagian atas (
kepala di kiri dan ekor di kanan pengamat )
-
Menentukan
landmark pada titik yang telah dijelaskan menggunakan jarum pentul untuk
mempermudah pengukuran
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Ikan
lele
1. Identifikasi anatomi eksternal dan
morfologi
|
Anatomi eksternal ikan lele
dumbo (Clarias gariepinus)
|
|
Aspek
identifikasi morfologi
|
Deskripsi /
type / jenis
|
keterangan
|
|
Bentuk tubuh
|
Leptocephali
|
|
|
Gigi
|
|
|
|
Barbell
|
6cm (8 buah)
|
|
|
Operculum
|
|
|
|
Mulut
|
|
|
|
Ekor
|
Membulat
|
|
|
Insang
|
|
|
|
Papila genitalia
|
|
|
|
Sisik
|
|
|
2. Identifikasi morfometrik dan meristik
|
Aspek identifikasi morfometrik
|
Hasil pengukuran
|
% terhadap PS
|
|
Panjang standard (PS)
|
25 cm
|
25 / 25 x 100% = 100
|
|
Panjang kepala
|
9 cm
|
9 / 25 x 100% = 36
|
|
Diameter bola mata
|
2 mm
|
0,2 / 25 x 100% = 0,8
|
|
Panjang Moncong
|
2,5 cm
|
2,5 / 25 x 100% = 10
|
|
Panjang post orbita
|
4 cm
|
4 / 25 x 100% =
16
|
|
Tinggi kepala
|
2,5 cm
|
2,5 / 25 x 100% = 10
|
|
Tinggi badan
|
4 cm
|
4 / 25 x 100%
= 16
|
|
Panjang batang ekor
|
1,5 cm
|
1,5 / 25 x 100%
= 6
|
|
Panjang punggung depan
|
9 cm
|
9 / 25 x 100%
= 36
|
|
Aspek
meristik
|
Hasil
perhitungan
|
|
Jumlah gill raker
|
57
|
|
Jumlah jari – jari sirip
ekor
|
23
|
|
Jumlah jari – jari
sirip dada
|
6
|
3. Identifikasi anatomi internal
|
Anatomi internal ikan lele dumbo
|
|
No
|
Nama Organ
|
Deskripsi / type / jenis
|
Keterangan
|
|
1
|
Gigi di rahang dan
Langit – langit mulut
|
|
|
|
2
|
Esophagus :
-
Panjang
|
|
|
|
3
|
Lambung
|
|
|
|
4
|
Pyloric caeca
|
|
|
|
5
|
Intestine (usus halus)
Dan gas bladder
Diameter :
Panjang :
Gas bladder :
|
|
|
|
6
|
Ginjal
|
|
|
|
7
|
Jantung
|
|
|
|
8
|
Hati dan empedu
|
|
|
|
9
|
Organ reproduksi
|
|
|
|
10
|
Otot ikan
|
|
|
|
11
|
Organ sensor (mata)
|
|
|
|
12
|
Rangka
|
||
|
13
|
Tengkorak
|
||
|
14
|
Otak
|
|
|
Ikan
tongkol
Identifikasi
anatomi eksternal dan morfologi ikan tongkol (squalus sp)
|
Anatomi eksternal ikan tongkol (squalus sp)
|
Keterangan : Berat awal 1,4 kg
|
Aspek identifikasi morfologi
|
Deskripsi /
type / jenis
|
keterangan
|
|
Bentuk tubuh
|
Fusiform
|
|
|
Gigi
|
Viliform
|
|
|
Barbell
|
|
|
|
Operculum
|
|
|
|
Mulut
|
Superior
|
|
|
Ekor
|
Bercagak
|
|
|
Insang
|
|
|
|
Papila genitalia
|
|
|
|
Sisik
|
Placoid
|
|
2.
Identifikasi
morfometrik dan meristik
|
Aspek identifikasi morfometrik
|
Hasil pengukuran
|
% terhadap PT
|
|
Panjang total
|
45 cm
|
45 / 45 x 100 % = 99,9
|
|
Panjang standard
|
43 cm
|
43 / 45 x 100 % = 95,5
|
|
Tinggi badan
|
13 cm
|
13 / 45 x 100 %
= 28,8
|
|
Tinggi batang ekor
|
2,5 cm
|
2,5 / 45 x 100
%
=5,5
|
|
Panjang kepala
|
11,5 cm
|
11,5 / 45 x
100 %
= 25,5
|
|
Panjang sirip dorsal
|
5 cm
|
5 / 45 x 100 % = 11,1
|
|
Tinggi kepala
|
12 cm
|
12 / 45 x 100 % = 26,6
|
|
Panjang sirip prevental
|
12,5 cm
|
12,5 / 45 x
100 %
= 27,7
|
|
Jarak antara sirip dorsal dan anal
|
9 cm
|
9 / 45 x 100 % = 19,9
|
|
Panjang sirip dorsal
|
5,5 cm
|
5,5 / 45 x 100
%
= 12,2
|
|
Jarak antara depan sirip ventral hingga akhir sirip
anal
|
17 cm
|
17 / 45 x 100 % = 37,7
|
|
Jarak antara jejari I sirip dorsal hingga akhir sirip
anal
|
17 cm
|
17 / 45 x 100 %
= 37,7
|
|
Jarak antara depan sirip dorsal hingga bag depan
sirip ventral
|
31 cm
|
31 / 45 x 100 % = 68,8
|
|
Diameter mata
|
2 cm
|
2 / 45 x 100 % = 4,4
|
|
Panjang moncong
|
4,5 cm
|
4,5 / 45 x 100 % = 9,9
|
|
Aspek
meristik
|
Hasil
perhitungan
|
|
Jumlah gill raker pada
gill arch pertama sisi kiri tubuh
|
17
|
|
Jenis dan perumusan
jari – jari sirip punggung
|
VIII.10
|
|
Perumusan jari – jari
sirip dada
|
27
|
|
Perumusan jari – jari
sirip perut
|
X
|
|
Perumusan jari – jari
sirip dubur
|
X
|
|
Perumusan jari – jari
sirip ekor
|
XIII
|
|
Sisik pipi
|
-
|
|
Jumlah sisik di
sekeliling badan
|
30/ 1cm (Vertikal)
|
|
Jumlah sisik batang
ekor
|
25
|
|
Jumlah sisik pada gurat
sisi
|
13/ 1cm x 30 = 390
|
3. Identifikasi anatomi internal
|
Anatomi
internal ikan tongkol
(sebagian
tidak teridentifikasi)
|
((((ss
|
No
|
Nama Organ
|
Deskripsi / type / jenis
|
Keterangan
|
|
1
|
Gigi di rahang dan
Langit – langit mulut
|
|
|
|
2
|
Esophagus :
-
Panjang
|
|
|
|
3
|
Lambung
|
|
|
|
4
|
Pyloric caeca
|
|
|
|
5
|
Intestine (usus halus)
Dan gas bladder
Diameter :
Panjang :
Gas bladder :
|
|
|
|
6
|
Ginjal
|
|
|
|
7
|
Jantung
|
|
|
|
8
|
Hati dan empedu
|
|
|
|
9
|
Organ reproduksi
|
|
|
|
10
|
Otot ikan
|
|
|
|
11
|
Organ sensor (mata)
|
|
|
|
12
|
Rangka
|
||
|
13
|
Tengkorak
|
||
|
14
|
Otak
|
|
|
Pembahasan
Ikan tongkol merupakan penghuni hampir seluruh perairan
asia. Di indonesia, ikan ini banyak membentuk gerombolan-gerombolan besar atau
migratory yang tersebar disekitar perairan samudera atlantik, hindia dan
pasifik, terutama di perairan indonesia timur dan samudra Indonesia.ikan
tongkol memiliki banyak kandungan gizi yaitu omega 3. Asam amino. Protein dan
zat lainya.Bayak manfaat dari pada ikan tongkol salah satunya yaitu untuk
merangsang kecerdasan otak. Banyak jenis lele yang merupakan ikan konsumsi yang
disukai orang. Sebagian jenis lele telah dibiakkan orang, namun kebanyakan
spesiesnya ditangkap dari populasi liar di alam.Lele dumbo yang populer sebagai ikan ternak, sebetulnya adalah
jenis asing yang didatangkan dari Afrika. Lele dikembangbiakkan di Indonesia untuk konsumsi dan juga untuk menjaga kualitas air
yang tercemar. Seringkali lele ditaruh di tempat-tempat yang tercemar karena
bisa menghilangkan kotoran-kotoran.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Ikan adalah
anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan
bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka
ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Ikan adalah
sumber makanan yang penting.Ikan dapat ditemukan di hampir semua
"genangan" air yang berukuran besar baik air tawar, air payau maupun
air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan air hingga beberapa
ribu meter di bawah permukaan air.
Saran
Saran saya adalah pada praktikum
yang akan datang praktikum tidak dilakukan saat libur masa tenang dikarenakan
mahasiswa juga membutuhkan waktu untuk istirahat. Demikian saran yang dapat
saya berikan. Mohon maaf dan terima kasih. Semoga praktikum yang akan datang
lebih baik dari praktikum kali ini.
DAFTAR PUSTAKA
Farikhah. 2011. Panduan Praktikum
Iktiologi , Junianto. 2003, Genisa. A. S, 1998.